August 4, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Jagat Olahraga

Buronan FBI Russ Albert Medlin Ditangkap Dijakarta

Macaubet – Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap seseorang Warga Negara Amerika Serikat yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Federal Bureau of Investigation (FBI). Pelaku, Russ Albert Medlin (RAM), yang beralamat tinggal di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diketahui atas nama Russ Albert Medlin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, penangkapan yang dipimpin AKBP Dhany Aryanda dan Kompol Rovan Richard Mahenu ini berdasarkan kasus persetubuhan anak di bawah umur.

“Polisi berhasil melakukan Penangkapan terhadap DPO FBI yang melakukan persetubuhan anak di bawah umur,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (16/6).

Ia menjelaskan, awal penangkapan terhadap pelaku berdasarkan adanya informasi dari warga sekitar yang sering melihat tamu anak perempuan keluar-masuk rumah tersebut yang diperkirakan masih di bawah umur atau belum dewasa.

Kemudian pada Minggu (14/6), polisi mendatangi lokasi tersebut. Benar saja, petugas melihat adanya tiga orang anak perempuan yang keluar dari kediaman pelaku tersebut.

“Setelah itu, tim melakukan wawancara terhadap ketiga perempuan yang diperkirakan masih usia anak (di bawah 18 tahun) dan berdasarkan pengakuan bahwa mereka disetubuhi oleh pelaku. Dua orang di antaranya adalah anak yang masih berusia 15 tahun dan 17 tahun,” jelasnya.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan terhadap rumah yang baru saja didatangi anak perempuan tersebut. Disana, petugas menemukan pelaku yang diduga baru saja menyetubuhi tiga anak perempuan tersebut.

“Modus Operandi pelaku RAM, meminta dicarikan perempuan yang masih anak di bawah umur kepada tersangka A (20) (WNI) melalui pesan Whatsapp, kemudian tersangka A mengenalkan dengan korban atas nama SS yang masih berusia 15 tahun kemudian tersangka RAM langsung berkomunikasi kepada SS untuk diajak berhubungan intim layaknya suami istri,” ujarnya.

Saat melakukan komunikasi dengan SS, ia meminta kepada anak tersebut untuk mengajak teman-temannya yang mau melakukan hubungan badan atau intim dengan dirinya.

“RAM meminta kepada korban SS untuk mengajak teman-temannya jika anak korban memenuhi keinginan RAM, maka korban SS dan 2 orang temannya yaitu anak korban LF dan TR akan diberikan imbalan uang masing-masing sebesar Rp2 juta,” ucapnya.

“Berdasarkan keterangan para korban, bahwa pelaku sering meminta dicarikan anak perempuan dengan ukuran badan kecil dengan menjanjikan sejumlah uang. Pelaku juga sering meminta para anak korban untuk mengirim foto dan video para korban melalui Whatsapp,” ungkapnya.

Penipuan Investasi Saham

Lalu, hasil interogasi terhadap pelaku. Ternyata ia merupakan seorang buronan Interpol berdasarkan Red Notice-Interpol dengan control number : A-10017/11-2016, tanggal 4 November 2016 tentang informasi pencarian buronan Interpol United States yang diterbitkan pada 10 Desember 2019 dan tercatat nama pelaku.

“Berdasarkan Red Notice-Interpol tersebut RAM melakukan penipuan investor sekitar $ 722 juta USD atau (sekitar Rp10,8 triliun) Dengan menggunakan modus penipuan investasi saham membuat, mengoperasikan, dan mempromosikan investasi dengan metode cryptocurrency skema ponzi,” terangnya.

Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur di Amerika

Ternyata, pelaku juga merupakan residivis atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di negara asalnya itu. Disana, ia tercatat dua kali mendekam di balik jeruji besi pada 2006 dan 2008.

“Pelaku adalah residivis kasus pelecehan seksual anak di bawah umur di Amerika dan sudah di dakwa 2 kali pada tahun 2006 dan tahun 2008 dihukum penjara selama 2 tahun oleh Pengadilan Distrik Negara Bagian Nevada, AS atas perbuatannya melakukan pelecehan seksual dengan korban anak berusia 14 tahun dan menyimpan material video dan gambar dengan obyek anak sebagai korban seksual,” sebutnya.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Untuk pelaku, dikenakan Pasal 76 D jo Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Ia pun mengimbau kepada masyarkat dan orang tua untuk tidak mudah percaya dengan orang asing yang baru saja dikenal. Orang tua juga diminta untuk selalu mengawasi betul pergaulan anaknya.

“Agar selalu melakukan control dengan siapa saja anak berkomunikasi baik secara fisik maupun melalui media soisal. Tidak mudah member izin kepada anak untuk meninggalkan rumah dan usahakan mengetahui semua kegiatan yang dilakukan anak,” tutupnya.


Sponsored by:

Klik Gambar dibawah ini untuk meraih kesempatan menangkan hadiah jutaan rupiah!!!

Macaubet

Hallo bosku, Bingung mau cari situs Togel dan judi online terpercaya
Yuk gabung bersama Macaubet
1 user ID untuk semua permainan
Proses Deposit & Witdraw Tercepat Terpercaya butuh proses 3 sampe 5 menit saja.
Minimal Deposit Rp. 50.000
Macaubet adalah satu-satunya situs judi online terlengkap dan terpercaya sejak tahun 2003

untuk informasi bosku bisa menghubungi:
Whatsapp CS resmi:
WA : +6281324774100
WA : +6281225179241
.
.
ikuti juga promo-promo menarik lainnya, dengan hadiah Total Rp. 7.500.000.000 (7,5 Milyar)
syarat nya gabung di group facebook kami: https://bit.ly/35OofJ8
bagi yang belum gabung segera gabung bosku^_^
nikmati sensasi bermain game dengan Macaubet, dan raih kesempatan menangkan uang Jutaan rupiah!!

Macaubet adalah situs judi dan taruhan online yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk setiap membernya. Macaubet sudah berdiri sejak tahun 2003 di indonesia dan telah terpercaya sebagai situs judi terbaik dan terpercaya.


%d bloggers like this: